Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

Ungkap Gejala Diabetes dari pemeriksaan MATA

|0 komentar
Ternyata dari MATA dapat diungkap gejala penyakit diabetes. Tim peneliti University of Michigan mengembangkan sebuah alat baru untuk mendeteksi pengelihatan yang mampu mendeteksi stres metabolik dan kerusakan jaringan yang terjadi sebelum gejala pertama penyakit terlihat.

Alat ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan tes glukosa darah untuk mendeteksi Diabetes. Selain itu alat ini hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit untuk memeriksa kedua mata.

Stres metabolik dapat dideteksi dengan mengukur intensitas fluoresensi seluler jaringan retina. Para peneliti mengatakan bahwa kadar FA (flavoprotein autofluorescence) yang tinggi dapat menjadi indikator yang dipercaya untuk penyakit mata.

Dalam suatu penelitian, kadar FA pada 21 subjek yang menderita Diabetes diukur dan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sehat dibandingkan dengan usia sebanding. Aktivitas FA tersebut lebih tinggi pada kelompok orang dengan penyakit Diabetes dibandingkan dengan kelompok orang yang sehat. Hasil ini tidak dipengaruhi oleh berat dan lama penyakit, namun meningkat pada kelmpok orang yang menderita Diabetes dengan kelompok usia 30 hingga 39 tahun, 40 hingga 49 tahun, dan 50 hinga 59 tahun.

Beberapa subjek dalam penelitian ini menderita retinopati diabetika, yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah di mata.

Hiperglikemia diketahui menginduksi kematian sel pada jaringan diabetik, sebelum gejalanya dapat dideteksi secara klinik, dan setelah timbulnya penyakit.

Peningkatan FA merupakan indikator paling awal dari kematian sel dan permulaan rusaknya jaringan. FA bertindak sebagai petanda jika metabolisme mulai terganggu. Kita dapat memanfaatkannya untuk mendeteksi dan memonitor penyakit.

Namun kenaikan FA tidak berarti seseorang tersebut menderita Diabetes. Tetapi karena prevalensi penyakit Diabetes yang cukup tinggi dalam populasi maka individu dengan kadar FA yang tinggi harus segera menjalani tes glukosa darah. Jika tes glukosa darah negatif maka perlu dicari suatu penyebab lain dari disfungsi jaringan okuler tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa alat ini memiliki potensi yang begitu besar untuk scrining dan tata laksana Diabetes. Banyak sekali kerusakan yang terjadi sebelum penyakit ini berhasil dideteksi oleh dokter. Karenanya diagnosis dini memungkinkan kita mengurangi kerusakan organ dan mencegah berbagai komplikasi penyakit Diabetes ini.

Pengobatan alami diabetes mellitus terbukti ampuh dengan mengkonsumsi herbal laut bernama green gamas, klik disini info lebih jelas.

Sumber: Archieve of Ophatalmology 2008; 126: 934 - 938, disadur dari MU

Jumat, 25 Maret 2011

Hati-hati Bila Penglihatan sdh mulai kabur!

|0 komentar
Pengelihatan mulai kabur? Kesulitan melihat detail-detail yang ada di depan kita? Atau bahkan melihat garis lurus nampak bergelombang? Jangan biarkan pertambahan usia merampas organ penglihatan kita. Cegah degenarasi makula sedini mungkin dengan memperbanyak asupan dan mengkonsumsi "si hijau".

Degenerasi makula adalah sebuah kondisi dimana makula (bagian vital pada retina yang memungkinkan kita melihat detail-detail halus) mengalami kemunduran, sehingga berakibat pada penurunan ketajaman pengelihatan.

Penelitian terbaru mengenai kesehatan mata menemukan, angka penderita age-related macular degeneration (AMD) atau degenerasi makula mengalami pelonjakan besar dalam kurun waktu 8 tahun, dari 5 menjadi 27% pada orang di atas umur 65 tahun.

Apa pemicunya? Paparan sinar biru dari matahari penyebabnya. Sinar ini mampu menembus hingga bagian belakang bola mata kita, dan menyebabkan kerusakan makula hingga lensa pengatur fokus cahaya.

Oleh sebab itu, para ahli kesehatan mata berpendapat, senyawa karotenoid dalam sayuran hijau mampu berkonsentrasi dalam menjaga makula, dengan menyerap sinar-sinar yang merusak tersebut.

Sebuah penelitian juga menyebutkan, orang yang mengonsumsi sayuran kaya karotenoid, dilaporkan memiliki risiko terkena AMD lebih kecil hingga 43% dibandingkan dengan orang yang jarang mengonsumsi makanan jenis ini.

Dapatkan asupan karotenoid terbaik pada bayam segar. Sebanyak 30 gram bayam segar mengandung 1.688 mikrogram beta-karoten. Selain itu dapatkan sumber karotenoid lain pada kubis, brokoli, dan kembang kol.

Kamis, 24 Maret 2011

Tips Mencegah Mata Cepat Lelah di Depan Komputer

|0 komentar
Jika anda adalah orang yang tiap hari beraktivitas di depan monitor komputer, maka seringkali mata begitu lelah dan perih, itu diakibatkan efek radiasi dari cahaya komputer, meskipun saat ini monitor telah mengaplikasikan low radiasi, tapi tetap saja ada radiasi yang akan mempengaruhi mata anda. Untuk itu ada beberapa tips sederhana untuk mencegah mata cepat lelah di depan komputer. Pekerjaan yang menuntut anda terus di depan komputer pun akan akan terselesaikan dengan baik jika mata anda selalu fresh. Berikut tips sederhana mencegah mata cepat lelah depan komputer



Efeknya mata akan cepat lelah dan kepala menjadi sering pusing. Ini akibat pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat Anda bekerja.

Berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor komputer:

1. Jaga Jarak Pandang ke Monitor
Jarak pandang aman Anda ke monitor disarankan sekitar 20-40 inchi atau 50-100 cm dari mata. Jika Anda kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah memperbesar font hingga Anda merasa nyaman.

2. Beralih Ke LCD
Monitor tabung (CRT) akan memberi efek yang buruk dibanding LCD, karena energi yang dibutuhkan jauh lebih besar. Meskipun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT, tetapi ini akan berdampak baik bagi Anda untuk selanjutnya.

Tapi bila Anda masih menyayangi monitor CRT, sebaiknya menggunakan filter antiradiasi, ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata.

3. Atur Setting Monitor
Banyak monitor yang ada sekarang telah menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar.

Pre-set setting memberi level brightnes yang berbeda, ini menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Misalnya saat Anda bekerja atau internetan warna akan terasa sejuk di mata, lalu warna akan terlihat lebih terang ketika Anda bermain game atau nonton film.

4. Gunakan Kacamata Antiradiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya lebih, namun ada baiknya saat Anda memiliki cukup uang untuk membeli kacamata antiradiasi. Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata itu sangat berguna bagi mata Anda, karena lapisan itu secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya yang berlebihan.

5. Mengistirahatkan Mata Secara Berkala
Cara mudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata dengan perbandingan lima menit pada tiap jamnya.

Anda bisa menggunakan waktu lima menit untuk berjalan-jalan, atau melihat sekeliling, yang penting menjauhkan mata dari monitor.(inilah.com)