Tampilkan postingan dengan label gamat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gamat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Green Gamas obat herbal mujarab dari laut obati berbagai macam penyakit

|0 komentar
MANFAAT GREEN GAMAS :

1. Meningkatkan Fungsi Regenerasi Sel.

2. Membantu pengobatan pada Penyakit: - Jantung Koroner - Luka Bakar - Asam Urat - Radang Paru-paru - Diabetes Militus - Types - Kolesterol - Tumor - Gula Darah - Stroke - Hepatitis - Epilepsi - Hipertensi - Asma - Lupus - Osteoporosis - Maag - Patah Tulang - Jerawat - Memperbaiki Kualitas SPERMA - Luka-luka - Dll.

3. Membantu Meningkatkan Kecerdasan

Beberapa Pendapat Ahli Tentang Gamat

1. Prof. Ridzwan Hashim ( Peneliti Gamat dari Universitas Kebangsaan Malaysia ) mengatakan bahwa :
"Gamat mengandung cell growth factor yang dapat menstimulasi regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka. Baik luka (Cedera) maupun luka Gangrene akibat diabetes. (Keajaiban Tripang, hal.58 Skolastika Saidih & Gunawan).

2. Wu Yikio (1757) Bencad Congxin (New Compilation of Materi a Medica). "Gamat digunakan sebagai tonik dan obat tradisional untuk memelihara kesehatan darah, mengatasi gangguan ginjal, system reproduksi dan system pencernaan."

3. Howard Benedikt, Ms, Dc. Ahli Nutrisi dari Long Island University, AS. Menyebutkan "Vitamin E, Omega 3 EPA & kelompok antioksidan Gamat berpengaruh dalam "Pembuangan Sitokirin."

4. Dr. Mittchell Kurk, Direktur Medis Biomedical Revitalization Center of Laurance, New York, menunjukkan "Gamat dapat meningkatkan Kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang atau linu sendi, tanpa efek samping, sebab Gamat memiliki Komponen Kondroprobektif yang memperbaiki tulang muda dengan merangsang Metabolism anabolisbondrosit serta menghambat reaksi katabolisme saat Peradangan."
Dibalik kekayaan alam, Tuhan telah menyediakan untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia tinggal manusianya maukah bersyukur dengan berfikir dan berusaha untuk menggapainya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya......!

Manfaat Green Gamas
1. Meningkatkan fungsi regenerasi sel.
2. Membantu pengobatan pada penyakit :
- Jantung, Asam Urat, Diabetes Militus, Kolesterol, Gula Darah, Hepatitis, Hipertensi, Lupus, Maag, Jerawat, Luka-luka, Luka Bakar, Radang paru-paru, Types, Tumor, Stroke, Epilepsi, Asma, Osteoporosis, Patah Tulang, dll
3. Membantu meningkatkan kecerdasan.
4. Bisa Meningkatkan Taraf Hidup (Asli Produk Indonesia)

Kandungan Utama Green Gamas adalah :
1. Collagen (80%) berfungsi sebagai:
- Bahan perekat ulang.
- Elastisitas kulit.
- Merangsang Regenerasi sel untuk organ dalam dan luar.
- Menghambat penuaan dini, mempercantik dan menghaluskan kulit.
2. Mucopolysacharida (MPS) berfungsi sebagai:
- Pengendor syaraf.
- Pengencer darah.
- Penghilang rasa sakit / anti nyeri.
- Anti Inflamasi.
3. Glucosamine dan Chondroitin Sulfat berfungsi sebagai:
- Merangsang Pertumbuhan Tulang Rawan.
- Memberi cairan pada persendian (synovial).
- Mengurangi rasa sakit akibat radang sendi.
- Menghambat perkembangan virus (Jepang telah mematenkan penggunaan Chondroitin Sulfat dalam gamat untuk terapi HIV).
4. Holoturin berfungsi sebagai:
- Bahan anti Virus.
- Anti peradangan.
- Anti Kanker.
5. Omega 3 (DHA & EPA) berfungsi sebagai:
- Melarutkan Kerak Kolesterol (LDL).
- Mengurangi resiko serangan Jantung.
- Memperbaiki Kecerdasan Otak.
- Mencegah terjadinya penggumpalan darah.
- Memperbaiki Kualitas SPERMA.
- Meningkatkan Vitalitas dan Kebugaran.
6. Chromium berfungsi sebagai:
- Menggantikan Insulin.
- Menurunkan dan memperbaiki Kadar gula darah.
- Menghilangkan rasa Nyeri pada sendi.
7. CGF (Cell Growth Factor) berfungsi sebagai:
- Menstimulus regenerasi sel.
- Mempercepat penyembuhan luka (luar & dalam).
8. Asam Amino atau Protein berfungsi sebagai:
- Zat pembangun, yaitu menyediakan bahan-bahan yg sangat berperan dalam proses pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan Tubuh seperti otot, tulang, gigi, kulit, rambut, otak, jantung, sel darah, enzim, hormone, anti body, dll.
9. Mineral berfungsi sebagai:
- Berperan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh mulai dari tingkat sel, jaringan organ, sistem organ sampai fungsi tubuh secara keseluruhan.
- Berperan dalam berbagai tahap metabolisme, terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim-enzim dalam tubuh.
10. Senyawa Saponin Glikosida berfungsi sebagai:
- Anti Kanker dan anti Inflamasi.
11. Enzim SOD (Super Oxide Dismutase). berfungsi sebagai:
- Anti Oksidan, Senyawa yg bertugas Melawan radikal bebas.
Dilihat dari kandungan gizi & senyawa2 aktifnya maka Green Gamas sangat Mujarab dalam membantu penyembuhan berbagai macam penyakit.
Harga Rp. 600.000,-/Paket / 5 botol
Isi 1 botol = 60 Kapsul @ 500 mg
Mari Menjadi Tuan Rumah Dinegeri Sendiri dengan Bergabung di PT.GREENEXT INTERNATIONAL sebagai Produk Kesehatan Indonesia yang Berkuwalitas Terdaftar dalam POM TR 103346743, tanpa Efek Samping, Halal, Harga Terjangkau, Penyembuhan Lebih Cepat dan Aman untuk dikonsumsi Tua, Muda dan Anak2.



Untuk Pemesanan :
- Via Sms atau Tlp 0856-9281-9898/ yusman
- Alamat Lengkap & Nama Jelas
Solusi Sehat Penyembuhan Mujarab Dari Laut, Product Indonesia Asli.

Artikel dari majalah trubus tentang teripang emas atau gamat atau green gamas

|0 komentar
Sea Cucumber (Teripang/Timun Emas)

adalah makhluk yang jarang terusik .....

Tetapi Tuhan telah menciptakan makhluk laut tersebut sebagai makhluk yang memiliki khasiat luar biasa dan telah mengatasi banyak masalah kesehatan & kecantikan yang dihadapi umat manusia di seluruh dunia .....

 

Setiap penyakit, ada obatnya. Jika anda belum mendapatkan kesembuhan, semoga Teripang menjadi jalan anda menikmati kesehatan sejati .....

Artikel dari majalah trubus :
Teripang Jinakkan Serigala Liar
Bayangan kematian menyergap benak Rachma Dwiyanti ketika dokter mendiagnosis lupus. Perempuan 32 tahun itu gontai keluar dari ruang praktek. Tiba-tiba saja ia takut menghadapi kehidupan. Maklum, sebulan silam nyawa adiknya terenggut karena penyakit itu. Haruskah ia mengikuti jejak sang adik menuju ke haribaan-Nya?

Kengerian itu berawal pada sebuah siang nan terik. Ketika berlibur di Yogyakarta, alumnus Universitas Diponegoro itu menyempatkan diri ke Malioboro. Di pusat keramaian itu tiba-tiba mata kaki terasa amat nyeri, seperti dipukul palu. Tak kuasa menahan nyeri, ia pun menjerit sehingga puluhan pasang mata tertuju padanya.

Semula Rachma Dwiyanti mengira terkilir akibat kelelahan. Itu diperkuat pernyataan ahli refleksi yang ditandangi beberapa saat setelah peristiwa terjadi. Setelah dipijit satu jam, rasa nyeri lenyap. Namun, seminggu berselang, ketika Rachma kembali ke Banjarmasin, rasa nyeri kembali hinggap. Kali ini, rasa nyeri tak mempan diurut. Ia tak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya lantaran nyeri meluas. "Jika kambuh, jalan menjadi susah," kata Rachma. Wanita kelahiran 21 Januari 1974 itu berbaring di tempat tidur lantaran tak berdaya melakukan aktivitas apa pun.

Selain nyeri di seluruh sendi, di tangan kerap muncul benjolan. Jika sudah begitu, ia demam dan tangan tak mampu digerakkan. Menjelang malam penghujung Mei 2005, nyeri hebat ia rasakan, sehingga berjalan pun terseok-seok. Suaminya, Muhammad Frisyal Pattisahusiwa yang baru pulang dari bekerja terkejut. Frisyal baru menyadari penyakit istrinya bukan sekedar pegal linu yang mudah disembuhkan obat warung. Ia langsung melarikan Rachma ke rumah sakit yang berjarak 40 km dari rumahnya.

4 dari 11

Diagnosis dokter menunjukkan penyakit yang diderita Rachma bukan sembarang rematik. Lantas ia dirujuk ke ahli rematologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Di sana ia menjalani serangkaian tes imunologi dan serologi. Hasilnya, ANA (antinuclear AB) pada darah ibu 2 anak itu positif kuat. Nilai C3 hanya 72 mg/dl jauh di bawah kisaran normal, 90-180 mg/dl. Artinya ia mengidap Sistemic Lupus Erythema (SLE) yang lebih dikenal dengan sebutan lupus. ANA merupakan parameter lupus.

Jika positif berarti ada aktivitas antibodi penyebab lupus. Sedangkan C3 dan C4, bagian kelompok protein globulin darah penghambat terjadinya peradangan dan infeksi. Jika nilainya di bawah kisaran, berarti mudah terjadi reaksi radang penyebab linu. Setelah 6 bulan bergelut dengan nyeri sendi, Rachma sadar penyakitnya sama dengan penyebab kematian sang adik. Sebelumnya ia sempat curiga, tetapi dari berbagai informasi yang ditelusuri sangat jarang saudara sekandung mengidap lupus. Namun, ia merasa beruntung penyakit ini terdeteksi lebih awal dibandingkan adiknya.

Sekitar 12 tahun dokter memvonis Dina -begitu adiknya dipanggil- hanya nyeri rematik. Saat Dina merasa kesakitan ketika disentuh, anggota keluarga lain mengira ia bercanda. Lima bulan menjelang ajal barulah ketahuan ia mengidap penyakit kelebihan imun.

Kelebihan imun akibat tubuh memberi reaksi berlebih terhadap rangsangan benda asing. Kemudian tubuh memproduksi terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditunjukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Sebab antibodi yang diproduksi berupa antinuclear AB (ANA) dan Anti double stranded DNA (Anti ds DNA) yang justru merusak tubuh.

"Gejalanya biasa-biasa saja, sehingga banyak dokter yang tidak mengetahui itu adalah gejala lupus. Banyak penderita lupus yang meninggal karena tidak terdeteksi secara benar", ujar dr. Toga Iwanoff Kasjmir SpPD-KR, ahli rematologi RSCM. Gejala penyakit ini hanya berupa demam, nyeri sendi, lemah atau lesu, dan rendahnya trombosit.

Agar tidak terjadi kesalahan diagnosis, ahli-ahli medis menggunakan daftar 11 kriteria ARA (American Rheumatism Association) untuk mendiagnosis lupus. Di antaranya ruam diskoid atau bercak putih di wajah, ruam malar kupu-kupu, radang selaput paru-paru atau jantung, dan kelainan ginjal-- protein dalam air kencing melebihi 500 mg/24 jam.

Indikasi lain, radang sendi non-erosif pada 2 sendi atau lebih, kelainan darah seperti anemia, leukopenia, trombositopenia, fotosensitivitas (sensitif terhadap sinar matahari), dan kelainan sistem saraf kejang atau kelainan jiwa.

Sariawan di rongga mulut dan tenggorokan, kelaian immunologi (anti ds DNA positif, anti antibodi positif atau sel LE positif), anti-antibodi positif atau sel LE positif), dan kadar antibodi -antinuklir (ANA) abnormal) juga menjadi pertanda serangan lupus. Jika terdapat 4 gejala dari 11 parameter di atas, maka seseorang didiagnosis mengidap lupus.

"Sayangnya, gejala itu muncul dalam waktu panjang", kata dokter alumnus Universitas Indonesia itu. dari satu gejala ke gejala lain kerap berselang satu tahun.

Wajah Rembulan

Untuk mengatasi lupus, Rachma menenggak obat-obat mengandung steroid dan metrotreksit untuk kanker. Obat itu dikonsumsi agar serangan lupus tidak meluas ke organ tubuh lain. Namun, mengasup bahan kimia itu justru menambah penderitaan.

"Tiga gigi saya patah dalam satu tahun", kata Rachma. Steroid memang bahan kimia pengeropos kalsium tulang dan gigi. selain itu, wajahnya membulat -dikenal dengan istilah moonface (wajah rembulan)-, kulit kering, rambut rontok, tulang punggung linu setiap saat, asam urat meningkat, dan lambung perih. Walau begitu, Rachma tetap mengkonsumsinya. Sebab, obat-obatan lupus memang hanya steroid.

Awal Maret 2006, Rachma membaca artikel Trubus tentang tripang (sea cucumber) mengendalikan lupus sendi. Lantaran ingin mempercepat kesembuhan, Rachma langsung mencobanya. Setelah seminggu mengkonsumsi, penderitaannya berkurang. Linu hilang, rambut menjadi tebal, kulit kembali kenyal dan halus. Sebelumnya, efek steroid membuat kulit Rachma kusam dan kering.

Kabar gembier itu juga dibuktikan melalui tes laboratorium setelah satu bulan konsumsi gamat (tripang). Hasilnya, niai ANA negatif, C3 sebagai aktivitas protein antibodi berkisar normal dengan angka 98 mg/dl, C4 meningkat ke angka 20 mg/dl, dan Laju Endap Darah 19 mm/jam. Ginjalnya diperiksa untuk mengetahui efek samping konsumsi gamat. Nilai uretum 15 mg/dl, tetap pada ambang batas 13-43 mg/dl dan kreatinin 0,6 mg/dl, pada kisaran normal 0,5-0,9 mg/dl.

"Dokter bilang, lupus saya lebih terkendali," kata Rachma. Kesehatan itu dapat bertahan asal ia menghindari matahari langsung pada pukul 10.00-15.00, istirahat cukup dan mengasup makanan bergizi.

..........

Menurut Howard Benedikt, MS, DC ahli nutrisi dari Long Island University, Amerika Serikat, menyebutkan vitamin E, omega-3 EPA, dan kelompok antioksidan gamat berpengaruh dalam pembuangan sitokinin. Hasil temuan Dr. Mittchell Kurk direktur medis Biomedical Revitalization Center of Laurence, New York, menunjukkan gamat meningkatkan kesehatan fisik bagi 70% pengidap radang atau linu sendi, tanpa efek samping. Sebab gamat memiliki komponen kondroprotektif yang memperbaiki tulang muda dengan merangsang metabolisme anaboliskondrosit serta menghambat reaksi katabolisme saat peradangan.*